Budidaya Mensyukuri Nikmat
Alloh
S
|
iang
itu sang surya tak menampakan wajahnya,melainkan terhalang awan mendung.Unyil masih sibuk membersihkan
dapur(Bukan Unyil temannya Pak Radeh loh,ini Unyil Blora).Seusai mencuci
perabotan dapur & menatanya seperti sedia kala,dia bergegas menuju teras
rumah menghampiri Bapak angkatnya sekaligus Sang guru spiritual.
Dia
letakan pantatnya di bangku yang berhadapan dimana sang Big Bos bersantai.Mulailah membuka
percakapan si Unyil.
Unyil :”Bos,apakah itu jamur yang ada di dapur.?Wah pastinya enak neh
seandainya di oseng pedes,muanteb Bos.”
Bos :”Bukan.”
Unyil :”Dengan nada penasaran “masa seh Bos,lalu
apa itu?”
Bos :”Gadung.”
Unyil :”Makanan apa itu bos,kok gak familiar
banget…!”
Bos :”Kamu orang mana seh,Orang Blora kok gak
tau gadung”.
Unyil :”..Iya orang Blora toh”Sambil cengengesan
menutupi malu.
Bos
:”Nanti juga tau sendiri setalah di masak”
Unyil :Sendhiko dawuh Bos,Eh Bos aku punya ide yang
cemerlang .Bagaimana kalou budidaya jamur.Pasti menguntungkan.Bisa di buat lauk
terus kalou hasilnya banyak kita jual
untuk tambahan uang belanja.
Bos :”ha hhhha hhha,Iya bagus juga idemu,tapi
bukan itu yang terpenting saat ini melainkan budidayakanlah mensukuri nikkmat
Allah di dalam hati setiap waktumu dimanapun kau berada.tidak akan rugi atau
sampai gulung tikar.kalou budidaya lainnya pasti ada ruginya bahkan sampai ada
yang bangkrut.”Faham Nyil
Unyil :”Siap laksanakan,Bos”sambil menarik nafas
panjang yang begitu berat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar